Senin, 01 Desember 2014

MEILANI ekonomi koperasi tugas softkill ke3



v  DAMPAK KOPERASI TERHADAP PROSES PEMBANGUNAN SOSIAL EKONOMI
1.Dampak Mikro dari suatu Koperasi
Dampak mikro yang bersifat langsung terhadap para anggota dan perekonomiannya,
yang timbul dari peningkatan jasa pelayanan perusahaan koperasi dan dari kegiatan
kegiatan kelompok koperasi. Jika pelayanan tersebut diterima oleh anggota dapat
         Menerapkan metode-metode produksi yang inovatif, yang memungkinkan
peningkatan produktivitas dan hasil produksi keseluruhannya dalam jumlah yang
besar.
         Melakukan diversivikasi atau spesialisasi dalam proses produksinya.
  
Dampak mikro yang bersifat tidak langsung terhadap lingkungan organisasi koperasi
dapat secara serentak memberikan kontribusi pada perkembangan social dan ekonomi. Dampak-dampak persaingan dari koperasi; pembentukan suatu perusahaan koperasi dalam situasi pasar yang ditandai oleh persaingan, akan memaksa para pesaing lainnya untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan mereka.

2. Dampak Makro dari Organisasi Koperasi
Ada 4 kontribusi-kontribusi dalam beberapa bidang :
1.            Politik
Kontribusi-kontribusi yang potensial terhadap pembangunan “politik”, sejumlah harapan dari dampak belajar para anggota koperasi, yang berpartisipasi secara aktif dalam lembaga-lembaga kopersi yang diorganisasi secara demokratis.
2.            Sosial
Kontribusi-kontribusi yang potensial terhadap pembangunan “social budaya”. Wadah ini sebagai perkumpulan yang bersifat sukarela dalam proses pembangunan dari bawah diharapkan akan bertitik tolak dari struktur social yang ada, dan akan merangsang inovasi-inovasi tertentu yang dapat mengubah masyarakat tradisional tanpa merusaknya.
3.            Ekonomi Sosial
Jika koperasi berhasil meningkatkan pelayanannya secara efisiensi bagi para anggotanya yang secara social ekonomis “lemah” dan “miskin”, maka ia telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap proses integrasi ekonomi dan social.
4.            Ekonomi
Kontribusi-kontribusi yang potensial terhadap pembangunan ekonomi
a.       Perubahan secara bertahap perilaku para petani dan pengusaha kecil dan menengah yang semula berpikir tradisional menjadi termotivasi dan akan memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan sumber dayanya sendiri.
b.      Diversivikasi struktur produksi, perluasan usaha pengadaan bahan makanan dari bahan mentah.
c.       Peningkatan pendapatan dan perbaikan situasi ekonomi para petani, pengrajin, dan pekerja lepas dapat mengurangi kemiskinan di pedesaan.
d.      Peningkatan kegiatan pembentukan modal dan perbaikan “modal manusia” melalui pendidikan latihan manajer, karyawan, dan anggota.
e.       Transformasi secara bertahap para petani yang orintasinya pada pemenuhan kebutuhan dasar ke dalam suatu system ekonomi yang semakin berkembang, melalui pembagian kerja dan spesialisasi yang semakin meningkat. f.       Pengembangan pasar, perbaikan stuktur pasar, perilaku pasar dan prestasi pasar, dan persaingan semakin efektif akan memperbaiki koordinasi yang saling membantu dari berbagai rencana ekonomi konsumen dan produsen berbagai barang dan jasa.

3. KOPERASI SEBAGAI SARANA KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Jika dilihat dari segi pandangan pemerintah yang mendukung pengembangan koperasi hal tersebut tidak dianggap sebagai sasaran akhir dalam rangka melaksanakan kebijakan pembangunan nasional. Ada 3 perbedaan penting mengenai koperasi sebagai sarana pemerintah yang diawasi Negara:
a.       Koperasi sebagai sarana atau alat pemerintah, di mana pemerintah mempengaruhi atau mengawasi organisasi ini secara langsung dan secara administrasi untuk melaksanakan tugas khusus dan kegiatan tertentu dalam rangka menerapkan kebijakan dan program pembangunan.
b.      Koperasi dipertimbangkan pemerintah sebagai alat swadaya para anggotanya, dan mencoba mempengaruhi secara tidak langsung agar menunjang kepentingan para anggotanya dan untuk merangsang timbulnya dampak-dampak yang berkaitan dengan pembangunan.
c.       Koperasi diawasi Negara, di mana pengaruh administrasi pemerintah secara langsung terhadap penetapan tujuan dan pengambilan keputusan usaha pada organisasi-organisasi koperasi sering diterapkan.

4.  KONSEPSI PENGEMBANGAN KOPERASI
Suatu konsepsi pemerintah yang konsisten dan bersifat umum mengenai usaha yang mendorong secara tidak langsung pertumbuhan secara bertahap dan pengembangan sendiri dari organisasi-organisasi koperasi terdiri atas:
1.      Penggabungan-penggabungan secara sistematis dari berbagai kebijakan untuk menciptakan kondisi-kondisi pokok, yang disesuaikan dengan situasi social ekonomi dan budaya Negara-negara yang bersangkutan.
2.      Menunjang pertumbuhan secara bertahap organisasi swadaya koperasi dan gerakan koperasi.

5. KEBIJAKAN KEBIJAKAN POKOK PEMERINTAH
Kebijakan-kebijakan pokok pemerintah yang bersifat instrumental bagi terciptanya berbagai kondisi pokok yang sesuai bagi pertumbuhan bertahap organisasi-organisasi swadaya koperasi secara singkat diuraikan sbb :
a.       Peraturan-peraturan resmi dan ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang memadai bagi perintisan dan pengembangan sendiri organisasi swadaya koperasi dan gerakan koperasi.
b.      Fasilitas-fasilitas berupa informasi, pendidikan dan latihan bagi calon anggota, pengurus, manajemen organisasi-organisasi swadaya koperasi, juga untuk orang-orang yang bertindak sebagai promoter-promotor usaha swadaya, yang dipekerjakan pada berbagai lembaga pengembangan usaha swadaya.
c.       Fasilitas menyangkut pelayanan auditing dan konsultasi maupun bantuan manajemen
d.      Perlakuan yang sama atau yang bersifat preferensi
e.       Keringanan pembebasan pajak
f.       Bantuan-bantuan keuangan dalam bentuk kredit, subsidi, dan donasi untuk kasus-kasus tertentu
g.      Peraturan-peraturan antitrust
h.      Struktur-stuktur lembaga-lembaga pengembangan swadaya.

6.        PERTIKAIAN KONSEPSI
Mereka yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Negara yang sedang berkembang menghadapi tugas yang sulit untuk menciptakan keserasian antara dua tujuan yang satu sama lain bertentangan :
         Disatu pihak, proyek-proyek pembangunan harus dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang cepat.
         Dilain pihak, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pola pengembangan suatu struktur sosial yang lebih baik

faktor-faktor yang menyababkan koperasi kurang berkembang pesat
Berikut ini faktor-faktor yang menyababkan koperasi kurang berkembang pesat di Indonesia:
  • Kurangnya penyuluhan dan pelatihan terhadap masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan agar mau memliki organisasi usaha sendiri.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mau berkecimpung secara langsung dalam oraganisasi koperasi serta lingkungan yang tidak mendukung berkembangnya koperasi karena dinilai kurang menguntungkan secara finansial
  • Kurangnya dana dari pemerintah untuk memulai usaha ini disebabkan karena persyaratan yang terlampau susah dan cenderung tidak dapat dimengerti oleh para pelaku usaha seperti masyarakat.
  • Kurangnya dana tambahan dari pemerintahan untuk operasional dan pemeliharaan mesin yang cenderung diawal produksi pasti membutuhkan biaya besar untuk menangani masalah tersebut
  • Akibat dana yang kecil, mengakibatkan produksi yang dihasilkan koperasi juga sedikit, namun biaya produksi besar sehingga harga barang menjadi mahal dan tidak sanggup bersaing dengan produk-produk yang dihasilkan negara lain.
  • Orang-orang yang mengurus koperasi juga cenderung tidak kompeten, karena banyak anak-anak muda yang justru malah enggan mengurus kopeari dan malah orang yang sudah lanjut usia dan cenderung kurang berwawasan luas yang malah banyak berkecimpung dibidang ini, sehingga koperasi hanya terkenal di negara sendiri saja dan tidak bisa memperluas pangsa pasarnya ke kancah internasional
  • Bertambahnya pesaing bisnis baru dan lebih kreatif yng berusaha mengambil pangsa pasar dari penjualan barang-barang hasil produksi koperasi
  • Maraknya kebijakan impor yang dilakukan pemerintah, seperti impor kedelai, jagung dll yang harganya dijual jauh lebih murah ketimbang produk-produk koperasi yang harganya lebih mahal.
  • Kurangnya promosi dan sosialisasi terhadap koperasi dan produk-produknya yang dipasarkan dimasyarakat karena mahalnya biaya pemasaran itu sendiri.
  • Pengelolaaan yang tidak profesional dari masing-masing pihak yang biasanya lebih mementingkan ego pribadi dalam menjalankan koperasi tersebut.
v       
 Bagaimana pandangan perguruan tinggi,pemerintah,perbankan, dan masyarakat, menjadi sangat penting bagi perumbuhan koperasi bagi indonesia?

Menurut saya peran peguruan tinggi, pemerintah, perbankan, dan masyarakat sangat penting untuk pertumbuhan koperasi di Indonesia karena koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.Sulit mewujudkan keamanan yang sejati, jika masyarakat hidup dalam kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Sulit mewujudkan demokrasi yang sejati, jika terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat, serta sulit mewujudkan keadilan hukum jika ketimpangan penguasaan sumberdaya produktif masih sangat nyata

referensi:

Rabu, 19 November 2014

puisi AIR


AIR

Air.....
Engkau bagaikan setetes mutiara.
Sebening embun dan sangat berharga.
Air....
Engkau sirami bumi ini, sehingga tampak indah dan bersahaja.
Tumbuhan menghijau sedap dipandang mata.
Hewan beterbangan, lari kesana kemari bersendau-gurau.
Terasa indah dan sejuk dihati.
Air.....
Saat musim kekeringan melanda, semua berubah seketika.
Tumbuh-tumbuhan menguning dan mengering.
Hewan-hewan banyak yang mati disana-sini.
Semu mengeluh dan menjerit, Air.....Air.....
Terasa sedih dan menyayat hati melihat keadaan ini.
Air.....
hidup tanpa mu bagaikan umi tanpa matahari.
Terasa gelap,sunyi,layu dan akhirnya mati.
Air.....
Dibalik kesejukanmu tersirat pula egomu,
Disaat hujan melanda, engkau laksana air bah.
Engkau luluh lantarkan semua tanpa mengenal asli.
Air.....
engkau bagaikan malaikat yang menjelma.
Engkau hancurkan semua tanpa tersisa.
Air.....
Engkaulah napas hidup kami.
Engkau lah penyejuk bumi ini.
Air.....

semoga engkau selu bersahaja..

Rabu, 05 November 2014

Biografi Mentri Dalam Negeri (Tjahjo Kumolo, SH)


Tjahjo Kumolo, SH


I.
IDENTITAS DIRI

Nama
:
Tjahjo Kumolo, SH

Tempat Tanggal Lahir
:
Solo, 1 Desember 1957

Jenis Kelamin
:
Laki-laki

Agama
:
Islam

Status
:
Nikah

Alamat Rumah
:
1. Jl. Potlot II No. 14 Duren Tiga, Jakarta Selatan
2. Jl. Citarum Utara No. 16, Semarang

Jabatan                       
Alamat Kantor            

Pendidikan Terakhir
:
:

:
Anggota DPR RI (2014-2019)
Gedung DPR/MPR RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10220
S1 Hukum – Universitas Dipenogoro Semarang










II.
RIWAYAT PENDIDIKAN

1.        Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) di Jakarta, 1994
2.        Fakultas Hukum Universitas Dipernogoro (UNDIP), Semarang, 1985
3.        SMA Negeri 1 Semarang, 1976
4.        SMP Negeri 4 Semarang, 1973
5.        SD Rejosari di Semarang, 1970


III.
RIWAYAT JABATAN

A. PDI PERJUANGAN
1.   2010 : Sekjen PDI Perjuangan
2.   2010 : Ketua OC Kongres III PDI Perjuangan
3.   2005 – 2010 : Ketua DPP PDI Perjuangan
4.   2005 – 2010 : Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik-Pemenangan Pemilu
5.   2005 – 2009 : Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan
6.   2007, 2008 & 2009: Ketua OC Rakernas PDI Perjuangan
7.   2008 : Ketua OC Rakornas PDI Perjuangan
8.   2000, 2006 : Ketua OC HUT PDI Perjuangan
9.   2005 : SC Kongres II PDI Perjuangan
10. 2001  & 2005 : Steering Comitte (SC) Rakernas PDI Perjuangan
11. 1999-2002 : Direktur SDM Litbang DPP PDI Perjuangan



B. DPR RI

1. 2004 – 2010 : Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI
2. 2009 – 2010 : Anggota Komisi I dan Koordinator GKSB Indonesia-Jepang
3. 2002 – 2003 : Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI
4. 1999 – 2002 : Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI
5. 2006 – 2007 : Wakil Ketua Tim Lumpur Sidoarjo DPR-RI
6. 2004 – 2008 : Anggota Komisi XI dan Anggota BKSAP DPR RI
7. 1987, 1992   : Anggota Komisi II, III dan Anggota BKSAP DPR RI



C. KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA (KNPI)
1. 1993-1996 : Anggota Penasehat MPI/KNPI
2. 1990-1993 : Ketua Umum DPP KNPI
3. 1987-1990 : Sekretaris Jenderal KNPI Dati I Jawa Tengah
4. 1985-1988 : Ketua DPD KNPI Dati I Jawa tengah
5. 1983-1985 : Ketua Biro Organisasi KNPI Dati I Jawa Tengah



D. PEMUDA PANCA MARGA (PPM)/FKPPI
1.   1993-1997 : Dewan Pertimbangan PP PPM
2.   1989-1993 : Ketua PP PPM
3.   1990-1997 : Wantim PP FKPPI


IV.
KURSUS/LATIHAN/SEMINAR/PENATARAN DAN LAIN-LAIN

1.     1990-1993    : Anggota Tim Rapat Komponen Terbuka Wanhamkamnas
2.     1994             : Kursus Singkat Angkatan Lembaga Pertahanan Nasional (LemHannas),Jakarta
3.     1992             : Seminar PTIK/Maber Polri
4.     1991             : Seminar TNI AD
5.     1984             : Pertukaran Pemuda Abad 21 Indonesia-Jepang, Kantor  Menpora RI dan JICA
6.      Latihan Kepemimpinan Pemuda DPP KNPI
7.     Anggota Penlat Direktorium PPGM Kanwil Perindustrian Jawa Tengah
8.     Pusdalkam Pemilu Tk I Jawa Tengah Kodam Dipenogoro/ Pemda Jateng
9.     1982            : Penatar Penataran Simulasi P-4 BP-7 Jawa Tengah
10.   1981            : Penataran P-4 Tingkat Nasional Angkatan VIII BP-7 Pusat

PERJALANAN KARIER :
Pekerjaan :
- Asisten Pengacara PT OKN, Jakarta ( 1989 - 1998 )
- Konsultan Hukum di Jakarta ( 1997 )
- Presidium Lembaga Pengkajian Sosial Politik Indonesia ( 1997 )
- Komisaris PT Daya Karti Nagari ( 1998 - 2005 )
- Pengurus Yayasan Kawula Alit Nusantara ( 2003 )

Pemerintahan :
- Anggota Tim Teknis/IDF Gran, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( BAPPENAS ) (1995)

Legislatif :
- DPR dari Golongan Karya (Golkar) ( 1987 - 1992 )

Keterlibatan dalam Organisasi :
- Penghubung Komisi-Komisi non GBHN MPR RI dalam Sidang Umum MPR dari Fraksi Golongan Karya (Golkar)
- Anggota Komisi III dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ( 1987 - 1992 )
- Anggota Pansus RUU Hankam dan RUU Keprajuritan dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) (1987) 
- DPR dari Golongan Karya (Golkar) ( 1992 - 1997 )

Keterlibatan dalam Organisasi :
- Anggota BKSAP Komisi II dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ( 1992 )
- Anggota Pansus RUU Dati II dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ( 1994 )
- Anggota Pansus Cukai Pabean dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ( 1995 )
- Anggota Pansus Psikotropika Narkotika dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ( 1997 )
- DPR dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) ( 1999 - 2004 )
Keterlibatan dalam Organisasi :
- Anggota Sub Komisi (BUMN/BPKP/Bappenas) DPR RI dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
- Anggota Pansus Komisi IX dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
- Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
- Anggota Panitia Khusus dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
- Wakil Sekretaris Fraksi dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
( 1999 - 2001 )
- Anggota Komisi IX dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
( 1999 - 2002 )
- Wakil Ketua Fraksi dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
( 2001 - 2002 )
- Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
( 2002 )
- Sekretaris Fraksi dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
( 2002 - 2003 )
- DPR dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) ( 2004 - 2009 )

Keterlibatan dalam Organisasi :
- Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
- Ketua dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) ( 2003 - 2009 )
- Anggota BKSAP dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) ( 2005 )
- DPR dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) (2009 - 2014 )
- DPR dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) (2014 - 2019 )
 
KEGIATAN LAIN :
- Pengurus DPP Golkar ( 1998 )
- Ketua Biro Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dati I Jawa Tengah ( 1983 - 1985 )
- Anggota GEMA Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Tengah ( 1984 - 1994 )
- Pengurus KNPI Jawa Tengah ( 1985 - 1996 )
- Pengurus Pleno MUI Jawa Tengah ( 1985 - 1987 )
- Wakil Ketua AMPI Jawa Tengah ( 1985 - 1995 )
- Ketua Satgas Mahasiswa AMPI Jawa Tengah ( 1985 - 1988 )
- Wakil Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Tengah ( 1985 - 1988 )
- Sekjen KNPI ( 1988 - 1991 )
- Ketua PP Pemuda Panca Marga Pusat ( 1989 - 1993 )
- Anggota Wantim FKPPI ( 1990 - 1997 )
- Anggota Pokja Departemen Pemuda DPP Golkar ( 1990 )
- Anggota Anggota Tim Wanhankamnas, Jakarta ( 1990 )
- Ketua Umum DPP KNPI ( 1990 - 1993 )
- Anggota Dewan Film Nasional ( 1991 - 1995 )
- Anggota Delegasi Dialog Indonesia - Malaysia - Singapura, Batam ( 1991 )
- Anggota Pokja Wanhamkamnas ( 1992 - 1995 )
- Penghubung DPD II Golkar Semarang/Pati ( 1992 - 1993 )
- Pengurus Paripurna Nasional DHN 1945 ( 1993 - 1998 )
- Anggota Dewan Pertimbangan PP PPM ( 1993 - 1997 )
- Anggota Panitia Penyusun Repelita Bidang Generasi Muda, Menpora RI ( 1993 )
- Sekretaris Panitia Nasional Hari Sumpah Pemuda Menpora RI ( 1993 )
- Ketua Delegasi Dialog Indonesia - Malaysia, Kuching ( 1993 )
- Dewan Pertimbangan PP PPM ( 1993 - 1997 )
- Ketua LPPH Golkar Pusat ( 1994 )
- Ketua I Pelaksana/OC Yayasan Tiara Indonesia ( 1994 - 1998 )
- Pengurus Ikatan Alumni (Ikal) Lemhanas KSA IV ( 1994 - 1996 )
- Anggota Technical ADV - IDF Grant, Bappenas RI ( 1995 - 1997 )
- Anggota Tim IDF Grant (Bappenas RI) ke Jepang, Malaysia, Singapura ( 1996 )
- Anggota PDI Perjuangan, Jakarta ( 1998 )
- Direktur SDM Litbang PDI Perjuangan ( 1999 - 2002 )
- Wakil Ketua OC HUT PDI Perjuangan ( 1999 )
- Direktur Litbang DPP PDI Perjuangan ( 1999 - 2002 )
- Anggota SC Rakernas DP PDI Perjuangan ( 2001 )
- Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan ( 2005 - 2010 )
 


V.
DATA KELUARGA

Istri                    : dr. Erni Guntarti
 - Lahir               : Malang, 24 April 1958
- Pekerjaan         : Pegawai Negeri/Departemen Kesehatan RI
Anak
1. Rahajeng Widyaswari (Lahir: Semarang, 27 Juli 1985)
2. Karunia Putri Pari Cendana (Lahir: Jakarta, 2 Maret 1988)
3. Arjuna Cakra Candrasa (Lahir: Semarang, 29 Juni 1989)
Orang Tua
1. Ayah              : Bambang Soebandiono (Alm. 1986)
Jabatan               : Veteran Perjuangan Kemerdekaan TNI NPV: A.57390
Pangkat terakhir : Letnan Satu
2. Ibu                  : Toeti Slemoon (Alm. 2004)
Jumlah Saudara Kandung : 1 orang, Rini Mumpuni


Saran
Beliau sangatlah aktif dalam berorganisasi dan selalu aktif mengikuti seminar dan kursus.
Semoga beliau dapat memberikan energi positif bagi bangsa indonesia dalam pembanguan infrastruktur dan mentri lainnya demi membangun bangsa indonesia menuju masa depan yang lebih baik,sehingga pembangunan dapat lebih merata sampai kedaerah terpencil/ yang selama ini kurang mendapat perhatian dikarena kan lokasi yang susah ditempuh atau terjal