Senin, 08 Mei 2017

Latar Belakang Percetakan Deza Arianta



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang Masalah
Perkembangan usaha bisnis dan teknologi dalam era globalisasi saat ini semakin pesat dan berkembang ditandai dengan tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi dan ketat. Suatu perusahaan baik itu peusahaan nasional maupun swasta yang mendorong usaha pemerintah dalam meningkatkan perkembangan ekonomi secara keseluruhan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta menjaga diri agar terhindar dari kebangkrutan. dibutuhkan adanya promosi yang efektif, harga yang kompetitor, kualitas produk yang bermutu dan pelayanan yang ramah.
 Sebuah perusahaan haruslah menjalankan fungsi manajemen secara efektif agar dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lain. Sebab, dengan adanya manajemen, perusahaan akan memiliki arah jangka panjang yang baik untuk kemudahan mencapai tujuan serta menarik minat konsumen membeli produk yang ditawarkan. Untuk dapat bertahan dari persaingan, sebuah perusahaan harus memahami perilaku konsumen dan menerapkan strategi yang tepat agar konsumen bersedia melakuan pembelian ulang ditoko mereka sehingga siklus perputaran barang dapat lebih ditingkatkan dan menciptakan keuntungan yang signifikan, selain itu, konsumen masa kini lebih selektif dan rasional dalam memilih toko sebelum melakukan kegiatan memesan dan membeli. Mereka tidak berpedoman pada kelengkapan produk, lokasi, harga murah dan promosi yang besar-besaran, tetapi juga pada pelayanan yang ramah, kecepatan dan ketepatan yang diberikan. Mereka akan segan untuk menyebarkan informasi tentang pengalaman yang mereka alami kepada keluarga atau teman.
Salah satunya bisnis yang sedang berkembang pesat dan yang mulai diperhitungkan keberadaannya, terutama dalam beberapa tahun terakhir ini ialah percetakan.  hal ini dapat dilihat dari munculnya pemain-pemain baru dalam bisnis ini baik itu penjual atau pemasar percetakan dan juga pengusaha-pengusaha baru. Percetakan merupakan sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. di Indonesia yang menggunakan mesin – mesin digital ataupun offset terus bertambah. Semakin canggihnya teknologi komunikasi terutama di bidang percetakan modern maka setiap perusahaan, perkantoran, sarana pendidikan dan lain sebagainya akan memerlukan jasa percetakan guna mensosialisasikan kegiatan-kegiatan mereka kepada masyarakat di daerah tersebut.
 Percetakan adalah sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi. Hasil percetakan dapat berupa buku, Nota, Brosur, Kop Surat, Surat Jalan. Kaos, Kartu nama, dan Kalender. sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Image yang akan dicetak di print di atas film lalu di transfer ke plat cetak. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset dan Bisnis ini juga ditunjang dengan semakin banyak dan majunya teknologi pendukung dari bisnis percetakan ini, diantaranya adalah untuk proofing warna sudah menggunakan mesin printer yang kualitas hasil cetaknya 90% sudah mirip dengan hasil cetak dan juga semakin banyaknya pengusaha yang membuka bisnis repro untuk film separasi warna.
Di Eropa, sebelum percetakan ditemukan, semua informasi yang tercatat ditulis dengan tangan. Buku-buku dengan hati-hati disalin oleh ahli tulis (scribes) yang sering menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan satu jilid buku. Metode ini begitu lambat dan mahal dan hanya sedikit orang yang memilik kesempatan atau kemampuan untuk membaca karya yang telah selesai. Seiring dengan berjalannya waktu, printing menjadi sebuah industri yang mempunyai trend permintaan global yang meningkat. Dari tahun ke tahun, semakin banyak dijumpai produsen printing komersial di berbagai belahan dunia tidak terkecuali di Indonesia.
Dalam menjalankan bisnis percetakan dibutuhkan keseriusan, baik itu dalam pengelolaan yang sehat maupun pemasaran yang tepat. Dengan terpenuhinya hal - hal tersebut, maka bisnis ini akan berjalan dengan lancar dan semakin besar. Karena bisnis ini, merupakan bisnis yang punya peluang menarik, seiring semakin pesatnya kebutuhan masyarakat akan design-design cetakan. Meskipun bisnis percetakan sudah tersebar dimana - mana tapi bisnis ini tetap merupakan salah satu peluang bisnis yang menjadi primadona, hal ini dapat dilihat dari permintaan masyarakat yang selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Bisnis ini memiliki masa depan yang cerah dan baik untuk dijalani. Modal untuk menjadi pengusaha percetakan memang tidak sedikit, tapi bila dilihat dari keuntungan sangat sepadan. Prospek usaha percetakan ini sangat menjanjikan dan bisa mendatangkan pundi - pundi rupiah yang sangat menggiurkan. Pelaku usaha di bidang ini tinggal menghitung keuntungan yang diperoleh dari jumlah pesanan. Tidak heran bila peluang usaha percetakan ini banyak dilirik oleh banyak pelaku usaha baru.
Percetakan Deza Arianta adalah salah satu percetakan  yang berkembang di dunia jasa desain, pengadaan barang promosi dan sablon. Percetakan yang telah beroperasi di Pengasinan sejak tahun 1998. Deza Arianta berlokasi di Jalan Raya Pengasinan Blok M1 no.9 Perum Pondok Hijau Permai, Bekasi 17115. Percetakan yang menghasilkan produk berupa Nota, Brosur, Kop Surat, Surat Jalan. Kaos, Kartu nama, Kalender, Mug, Jam Dinding, dan Payung. Dengan variasi produk yang sangat luas, kami dapat dengan mudah menggabungkan produk yang sangat luas serta menentukan produk unggulan saat ini.banyak toko-toko yang memesan produk pada percetakan Deza Arianta untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hanya saja, produk Perc.Deza Arianta lebih banyak kebanjiran omset pada produk nota kontan.
Membuat konsumen tertarik untuk datang ketoko kemudian melakukan transaksi bukanlah hal yang mudah mengingat bahwa konsumen datang ke pusat percetakan mempunyai tujuan dan motif yang berbeda mulai dari sekedar melihat-lihat, bertanya-tanya atau khusus untuk memesan hasil cetakan yang mereka inginkan sesuai dengan permintaan konsumen. Penting bagi perusahaan menyusun Strategi yang tepat untuk memikat konsumen melakukan transaksi. Berbagai atribut yang dimiliki perusahaan merupakan potensi yang harus selalu diperhatikan dan dioptimalkan dalam menyusun strategi yang baik dalam menjaring konsumen. Menariknya promosi yang ditawarkan akan mempengaruhi minat konsumen untuk mencoba mengkonsumsi produk tersebut. Maka dengan demikian produsen akan terus terpacu untuk membuat iklan dan promosi yang menarik agar dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produknya. Setelah melihat adanya promosi yang menarik, maka dengan sendirinya konsumen akan mencoba membandingkan harga yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh pesaing. Hal yang kemudian diperhatikan oleh konsumen setelah mengetahui secara spesifik suatu produk adalah bagaimana kualitas dari produk yang mereka beli setelah mencoba produk tersebut.
 Strategi pemasaran itu sendiri terdiri dari empat bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi Produk (product), promosi (Promotion), dan harga (price). Tempat (place), Dari keempat bauran pemasaran tersebut yang saat ini akan dibicarakan adalah tentang kualitas produk (product), kualitas pelayanan (service), promosi (Promotion), dan harga (price).
Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau pelayanan pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan (Kotler,2005). kualitas pelayanan ini adalah upaya pemenuhan kebutuhan yang dibarengi dengan keinginan konsumen serta ketepatan cara penyampaiannya agar dapat memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan tersebut (Tjiptono,2005). Promosi (Promotion) adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan. Harga (price) adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa (Kolter,2008). Harga yang kompetitif akan mempengaruhi konsumen untuk memilih produk tersebut dibandingkan produk yang ada di pasaran lainnya.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas tersebut, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang faktor-faktor dari seorang konsumen yang harus dapat mempertimbangkan keputusan yang akan diambil dalam memb eli suatu produk. Dengan demikian Percetakakn Deza Arianta Bekasi Timur dipandang cukup mewakili bisnis percetakan  didaerah Bekasi timur.  maka penulis akan melakukan penelitian untuk skripsi ini dengan judul “Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Promosi dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Percetakan Deza Arianta Bekasi Timur”

Kamis, 20 April 2017

Conditional Sentence



Conditional Sentence

Conditional sentence (sentence modality) is a sentence that expresses a hope or a picture of a reverie in the form of a conditional sentence. Sentence modality consists of two parts: the main clause (main clause) and the if clause (clause). In the if clause contained in the conditions that must be met in order for the state as contained in the main clause can be realized.

In English Conditional sentence, the Conditional clause (protasis) is dependent clause, most commonly introduced by the conjuction if. Other conjunctions or equipment expressions may also be used, such as unless (meaning “if……not”), provided(that) and as long as.

Verb form in
US CLAUSE
Verb form in
RESULT CLAUSE
Meaning
1.      Present Tense
S+V1+s/es
S+to be(am/is/are/has/have
Future Tense
S+will+v1
Real in Present/Future
2.      Past Tense
S+V2
S+ to be(am/is/are/was/were/will
Past Future
S+ would+V1
Unreal in Present/ Future
3.      Past Present
S+Has+V3
Past Future Perfect
S+Would have+V3
Unreal in Past





1.    First Conditional
 
“First conditional” or conditional I refers to a pattern used in predidictive conditional sentences,i.e. those that concern consequences of a possible future event(see types of conditional sentences). In the basic first conditional pattern, the condition is expressed using the present tense (having future meaning in this context). And the consequence using the future construction with will (or Shall).

Example:
1. If I have a screwdriver or the proper size, I will fix your bicycle. 
2. If he has a sharp razor, Jack will shave today. 
3. If I think the ice is amazing, I will go skating. 
4. If we leave her in the house alone, our cat never will eat. 
5.    If you make a mistake, someone will let you know. 
6.  If he has stirred by 10 o’clock, I will wake him. 
7.  If they all do their best, the party will be great.  
8.  If Bob tidies up the kitchen, Anita will clean the toilet.  
9.  If I have free time, I will studing. 
10.  If he has time, he will take a walk in the park.

2. Second conditional
 
“Second conditional” or “conditional II” refers to a pattern used to describe hypothetical, typically counterfactual situations with a present or future time frame (for past time frames the third conditional is used). In the normal form of the second conditional. The condition clase is in the past tense (although it does not have past meaning), and the consequence is expressed using the conditional construction with the auxiliary would

Example:

1.      If I liked parties, I would attend more of them.
2.      If it rained tomorrow, people would dance in the street.
3.      If she find out, she’ll kill me.
4.      If the weather were very bad, we would take the train.
5.      If I went to the post office, I would get you some stamp.
6.      If the weather were very bad, all campus would closed.
7.      If I played the lottery, I would have a chance to hit the jackpot.
8.      If I hit the jackpot, I would be rich.
9.      If I owned a lonely island, I would build a huge house by the beach.
10.  If Sarah studied hard, she would passed
 
3.      Third conditional

“Third conditional” or “conditional III” is pattern used to refer to hypothetical situations in a past time frame, generally counterfactual (or ar least presented as counterfactual, or likely to be counterfactual). Here the condition clause is in the past perfect, and the consequence is using conditional perfect.

Example:
1.      If you had called me, I would have come
2.      If I had helped him, he would heve succeeded
3.      If you hadn’t understood this math problem, I would have explained to you.
4.      If you hadn’t driven more carefully, you would have had an accident
5.      If he had made a large sale, he would have taken his his wife out to an expensive restaurant.
6.      If her husband hadn’t llike her new dress, she would have returned her new dress to the store.
7.      If the midfielders had passed the ball more exactly, our team would have had more chances to attack.
8.      If the forwards had run faster, they would have scored  more goals.
9.      If you had asked me, I would have helped you.
10.  If we had gone to the cinema, we would have seen my friend Leni.

Note:
In writing conditional sentences, we may put the “IF CLAUSE” before the “RESULT CLAUSE” and vice versa.
However, we must put comma(,) at the end of the “RESULT CLAUSE”if the “IF CLAUSE” is put before the “RESULT CLAUSE”.
Also, the meaning of the fact must be on the contrary with the conditional sentence. So, if the conditional sentence is in positive form, the fact will be in negative one and vice versa.


Resource:
English book, Gunadarma
https://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences