Selasa, 07 Juni 2016

Tujuan dan Manfaat Studi Kelayakan Bisnis



Tujuan Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
             
Menurut Kasmir dan Jakfar (2003),  Paling tidak ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan, yaitu:    
1.      Menghindari resiko kerugian
Untuk mengatasi resiko kerugian dimasa yang akan datang, karena dimasa yang akan datang ada semacam kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang tidak kita inginkan, baik resiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.  
2.      Memudahkan perencanaan
Jika kita sudah dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan dan hal-hal apa saja yang perlu direncanakan. perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha atau proyek akan dijalankan, dimana lokasi proyek akan dibangun, siapa-siapa yang akan melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar keuntungan yang akan diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan. Yang jelas dalam perencanaan sudah terdapat jadwal pelaksanaan usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai waktu yang ditentukan.


3.      Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman yang harus dikerjakan. Kemudian pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik, sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Rencana yang sudah disusun dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang sudah direncanakan.

4.      Memudahkan pengawasan
Dengan telah dilaksanakannya suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang sudah disusun, maka akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar pelaksanaan usaha tidak melenceng dari rencana yang telah disusun. Pelaksana pekerjaan bisa sungguh-sungguh melakukan pekerjaannya karena merasa ada yang mengawasi, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat oleh hal-hal yang tidak perlu.

5.      Memudahkan pengendalian
Jika dalam pelaksanan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka apabila terjadi suatu penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga akan bisa dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng ke rel yang sesungguhnya, sehingga pada akhirnya tujuan perusahaan akan tercapai.


MANFAAT STUDI KELAYAKAN BISNIS. 

menurut Husein Umar (2003) Pihak-pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis ini dapat dijelaskan dibawah ini :
1.      Pihak Investor
Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak direalisasikan, pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai dicari. Misalnya dengan mencari investor atau pemilik modal yang mau turut serta menanamkan modal pada proyek yang akan dikerjakan itu. Sudah tentu calon investor ini akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat karena calon investor mempunyai kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang akan ditanamkan.

2.      Pihak Kreditor
Pendanaan proyek dapat juga dipinjamkan dari bank. Pihak bank, sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak, perlu dikaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas dan tersedianya anggunan yang dimiliki perusahaan.

3.      Pihak Manajemen Perusahaan
Studi kelayakan bisnis dapat dibuat oleh pihak eksternal perusahaan maupun pihak internal perusahaan (sendiri). Terlepas dari siapa yang membuat, pembuatan proposal ini merupakan upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek yang ujung-ujungnya bermuara pada peningkatan usaha untuk meningkatkan laba perusahaan. Sebagai pihak yang menjadi project leader, sudah tentu pihak manajemen perlu mempelajari studi kelayakan itu, misalnya dalam hal pendanaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dan dari kreditor.

4.      Pihak Pemerintahan dan Masyarakat
Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimana pun pemerintah dapat secara langsung maupun tidak langsung, mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa negara penggalakan ekspor nonmigas dan pemakaian tenaga kerja massal merupakan contoh-contoh kebijakan pemerintahan disektor ekonomi. Proyek-proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintahan inilah diprioritaskan untuk dibantu, misalnya dengan subsudi dan keringanan lain.

5.      Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi
Dalam menyusun kelayakan bisnis perlu juga dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang akan ditimbulkan oleh proyek terhadap perekonomian nasional. Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetahui biaya dan manfaat tersebut antara lain ditinjau dari aspek Rencana Pembangunan Nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai investor per tenaga kerja, pengaruh sosial, serta analisis kemanfaatan dan beban sosial. Jadi, jelas bahwa studi kelayakan bisnis yang dibuat perlu dikaji demi tujuan-tujuan pembangunan ekonomi nasional.

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis



Pengertian Studi Kelayakan Bisnis
            Studi kelayakan pada akhir-akhir ini telah banyak dikenal oleh masyarakat, terutama masyakarat yang bergerak dalam bidang dunia usaha. Bermacam-macam peluang dan kesempatan yang ada dalam kegiatan dunia usaha, telah menuntut perlu adanya penilaian sejauh mana kegiatan/kesempatan tersebut dapat memberikan manfaat (benefit) bila diusahakan.
            Kelayakan diartikan penelitian yang dilakukan secara mendalam tersebut dilakukan untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Dengan kata lain, kelayakan dapat diartikan bahwa usaha yang dijalankan akan memberikan keuntungan finansial dan nonfinansial sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. Layak disini diartikan juga akan memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga bagi investor, kreditor, pemerintahan dan masyarakat luas.
Sedangkan menurut Kasmir dan Jakfar (2009) Pengertian Bisnis adalah usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan. keuntungan yang dimaksud dalam perusahaaan bisnis adalah keuntungan finansial. Namun dalam praktiknya perusahaan nonprofit pun perlu dilakukan studi kelayakan bisnis karena keuntungan yang diperoleh tidak hanya dalam bentuk finansial akan tetapi juga nonfinansial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah Suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.
Menurut Budi Djatmiko (2012) Studi kelayakan yang juga sering disebut dengan feasibility study merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha/proyek yang direncanakan. Pengertian layak dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari gagasan usaha/proyek yang akan dilaksanakan memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial benefit maupun dalam arti social benefit. Layaknya suatu gagasan usaha/proyek dalam arti social benefit tidak selalu menggambarkan layak dalam arti financial benefit, hal ini tergantung dari segi penilaian yang dilakukan

Sejarah Toko Deza Arianta

Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1998, yang bermula bernama Percetakan Pranita Jaya dan berubah nama menjadi Percetakan Deza Arianta hingga saat ini. Percetakan Deza Arianta didirikan oleh Bapak Phiong Kim Sang, beliau berasal dari daerah Pontianak, Kalimantan Barat. Beliau seorang perantau yang  mencoba mencari peruntungan di Kota Jakarta ini.
Pada mulanya Bapak Phiong membuka bengkel motor sederhana yang terletak dibilangan Bekasi Utara. Karena, Tahun demi tahun beliau menjalankan bengkel tetapi penghasilan tidak menentu. Akhirnya Bapak Phiong berniat untuk mencari kerja sampingan dengan menjadi sales. Semakin banyak pemesanan hingga bengkel terbengkalai, beliau memutuskan untuk menutup bengkelnya.
Kebetulan saudara mengajak untuk kerja sama mendirikan usaha percetakan. mengingat pada tahun itu masih jarang usaha sejenis di daerah tersebut, modal bersama dan koneksi yang cukup akhirnya Bapak Phiong memutuskan untuk membuka usaha percetakan.
Lokasi yang memungkinkan  untuk membuka usaha karena terletak di tempat strategis dan berada di jalan utama yaitu di pinggir jalan raya dimana banyak kendaraan yang melintasi jalan ini selama 24 jam. Dan juga Dekat dengan Tol Bekasi Timur  jarak yang ditempuh  kurang lebih 2KM. Toko ini berada di tengah – tengah pemukiman penduduk,  tidak jauh dari tempat ini juga terdapat ruko, Koperasi, Kelurahan, Sekolah Dasar, SPBU, Indomaret, Body Guard Private. Perkembangan daerah pun sangat cukup pesat.
Usaha yang bergerak dalam bidang jasa percetakan dan sablon. Usaha ini sering menerima pesanan dari berbagai langganan baik perorangan dengan jumlah sedikit ataupun instasi dalam jumlah banyak. Selama kurun waktu beberapa tahun, toko percetakan ini berkembang cukup pesat. Hal ini dilihat dari pesanan yang semakin meningkat, sehingga pada saat ini usaha ini sudah memiliki 5 orang karyawan serta berbagai macam alat cetak untuk sablon
          Maksud dan tujuan pendirian usaha ini adalah mencari peluang bisnis yang belum banyak diminadan untuk melayani pemenuhan pesanan para konsumen dari berbagai kalangan yang membutuhkan jasa sablon dan promosi seperti Nota, Brosur, Kop Surat, Surat Jalan. Kaos, Kartu nama, Kalender, Mug, Jam Dinding, dan Payung. Oleh karena itu, toko ini berusaha memperluas pasar,  melayani konsumen dengan baik dan mengembangkan usaha untuk mencari pelanggan agar konsumen menjadi pelanggan tetap.
            Percetakan dan Sablon Deza Arianta adalah toko yang bergerak dibidang jasa sablon dan promosi. Toko ini didirikan diatas bangunan perumahan yang dikontrakan bertipe 45/90 pada tahun 1998, oleh pendirinya Bapak Phiong Kim Sang selaku pemilik. Toko ini terletak di Jalan Raya Pengasinan Blok M1 No.09 Perumahan Pondok Hijau permai Rt. 01/014, depan ruko namira Kec.Rawalumbu, Kel.Pengasinan, Bekasi Timur, Jawa Barat 17115.hp. 085210948899, 0817182674  

Senin, 02 Mei 2016

Proses Penyusunan Karya Tulis Ilmiah



PROSES MENGARANG ILMIAH

Mengarang adalah suatu proses kegiatan pikiran manusia yang hendak mengungkapkan kandungan jiwanya kepada orang lain atau kepada diri sendiri dalam bentuk tulisan. Mengarang juga dapat melatih orang untuk mengeluarkan pikirannya dengan baik sehingga dapat dimengerti oleh orang lain. Kegiatan mengarang itu merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan dengan sadar, berarah, dan mempunyai mekanisme, serta persyaratan-persyaratan lain yang perlu diperhatikan agar karangan berhasil baik. Mekanisme karangan meliputi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada tahap perencanaan karangan dan kegiatan pada tahap penulisan karangan.
Tahap perencanaan karangan merupakan tahap awal atau tahap persiapan dan rangkaian proses penulisan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi, antara lain :
Memilih dan membatasi bahan pembicaraan (topik),
Merumuskan judul karangan yang baik.


PENYAJIAN KARYA ILMIAH

Secara garis besar, Struktur Penyajian Karya Ilmiah terdiri atas bagian; Pendahuluan, Pokok pembahasan, dan Penutup. Dengan demikian, sebuah karya ilmiah akan selalu mulai dengan suatu  pengantar yang menuju ke pokok pembahasan, dan diakhiri dengan penutup yang dapat berupa simpulan dan rekomendasi.
Bagian Pengantar. Bagian pengantar atau sering disebut pendahuluan dapat berupa latar belakang yang menggambarkan penting nya topik yang akan dibahas, tujuan penulisan, dan mungkin juga ruang lingkup penulisan. Luas cakupan bagian pembuka atau pendahuluan ini bervariasi sesuai dengan jenis karya ilmiah yang ditulis. Ada bagian pendahuluan yang hanya terdiri dari satu atau dua paragraf, ada pula yang terdiri dari satu bab yang dibagi lagi menjadi subtopik.
Bagian Inti. Bagian inti atau pokok pembahasan sebuah karya ilmiah merupakan bagian yang paling besar dalam sebuah karya ilmiah. Tergantung dari luasnya masalah yang di bahas atau dari jenis karya ilmiah yang ditulis, bagian pembahasan ini dapat sangat panjang dan dapat pula sangat singkat. Skripsi, tesis, dan disertasi mungkin mencantumkan beberapa bab yang dapat dikelompokkan sebagai bagian inti, sedangkan artikel ilmiah mungkin mencamtumkan beberapa subtopik. Namun yang jelas bagian inti atau pokok pembahasan ini memberi kesempatan kepada penulis untuk memaparkan proses kejadian /penelitian yang di lakukan atau hasil kajian yang akan diungkapkan.
Bagian penutup. Bagian penutup merupakan bagian akhir dari sebuah tulisan. Seperti halnya pada bagian pendahuluan dan bagian inti, bagian penutup sebuah karya ilmiah juga mempunyai struktur kajian yang khas, yang berbeda dari bagian penutup jenis tulisan lain. Sebuah karya ilmiah biasanya ditutup dengan simpulan dan harapan atau rekomendasi. Semua ini merupakan simpulan kajian peserta terhadap topik atau masalah yang disajikannya, serta tindak lanjut yang diharapkan terjadi berdasarkan simpulan tersebut. Berita atau cerita pendek tidak selalu menutup berita atau ceritanya dengan simpulan dan rekomendasi.Bottom of For

Sumber