Faktor-faktor
yang Menyebabkan Kegagalan Usaha
Menurut
Kasmir dan Jakfar (2003) Secara umum faktor-faktor yang
menyebabkan kegagalan terhadap hasil yang dicapai sekalipun telah dilakukan
studi kelayakan bisnis secara benar dan sempurna seperti yang telah diuraikan adalah
sebagai berikut :
1.
Data
dan Informasi tidak lengkap
Pada
saat melakukan penelitian data dan informasi yang disajikan kurang lengkap,
sehingga hal-hal yang seharusnya menjadi penilaian tidak ada. Kemudian, dapat
pula data yang disediakan tidak dapat dipercaya atau palsu. Karena itu, sebelum
melakukan studi sebaiknya kumpulkan data dan informasi selengkap mungkin,
melalui berbagai sumber yang ada yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan kebenaran
data.
2.
Tidak
Teliti
Kegagalan
dapat pula disebabkan si penstudi (orang yang melakukan studi) kurang teliti
dalam meneliti dokumen-dokumen yang ada. Oleh karena itu, dalam hal ini tim
studi kelayakan bisnis perlu melatih atau mencari tenaga yang benar-benar ahli
di bidangnya, sehingga faktor ketelitian ini menjadi jaminan. Kecerobohan
sekecil apa pun akan sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian.
3.
Salah
Perhitungan
Kesalahan
dapat pula diakibatkan si penstudi salah dalam melakukan perhitungan. Misalnya,
dalam hal penggunaan rumus atau cara menghitung, sehingga hasil yang
dikeluarkan tidak akurat. Dalam hal ini juga perlu disikapi untuk menyediakan
tenaga ahli yang ada dibidangnya.
4.
Pelaksanaan
pekerjaan salah
Para
pelaksana bisnis sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan menjalankan
bisnis tersebut. Apabila para pelaksana dilapangan tidak mengerjakan proyek
secara benar atau tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, maka
kemungkinan bisnis tersebut gagal sangat besar.
5.
Kondisi
lingkungan
Kegagalan
lainnya adalah adanya unsur-unsur yang terjadi yang memang tidak dapat kita
kendalikan. Artinya, pada saat melakukan penelitian dan pengukuran semuanya
sudah selesei dengan tepat dan benar, namun dalam perjalanan akibat terjadinya
perubahan lingkungan pada akhirnya berimbas kepada hasil penelitian dalam studi
kelayakan bisnis. Perubahan lingkungan seperti perubahan ekonomi, politik,
hukum, sosial, dan perubahan perilaku masyarakat, atau karena bencana alam.
6.
Unsur
sengaja
Kesalahan
yang sangat fatal adalah adanya faktor kesengajaan untuk berbuat kesalahan.
Artinya peneliti sengaja membuat kesalahan yang tidak sesuai dengan kondisi
yang sebenarnya dengan berbagai sebab. Atau para pelaksanaan dilapangan juga
melakukan perbuatan yang tercela, sehingga menyebabkan gagalnya suatu proyek
atau usaha
Oleh karena itu,sebelum studi kelayakan
bisnis dijalankan tim yang akan menangani studi kelayakan bisnis harus
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Kelengkapan
dan keakuratan data dan
informasi yang diperoleh.
2. Tenaga
ahli yang dimiliki dalam team studi kelayakan bisnis yang benar-benar tangguh.
3. Penentuan
metode dan alat ukur yang tepat
4. Loyalitas
team studi kelayakan
bisnis.
Tahapan Studi Kelayakan Bisnis
Menurut
Husein Umar (2003) Dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis, ada beberapa
tahapan studi yang hendaknya dikerjakan. Tahapan-tahapan yang disajikan dibawah
ini bersifat umum.
1.
Penemuan
ide
Produk
yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan. Oleh
karena itu, penelitian terhadap kebutuhan pasar dan jenis produk dari proyek
harus dilakukan. Penelitian jenis produk dapat dilakukan dengan
kriteria-kriteria bahwa suatu produk dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang
masih belum dipenuhi, memenuhi kebutuhan manusia tetapi produk tersebut belum
ada, dan untuk mengganti produk yang sudah ada dengan produk lain yang
mempunyai nilai lebih.
2.
Tahap
penelitian
Setelah
ide proyek dipilih, selanjutnya dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan
memakai metode ilmiah. Dimulai dengan pengumpulan data, lalu mengolah data
berdasarkan teori-teori yang relevan, menggunakan analisis dan
menginterprestasikan hasil pengolahan data dengan alat-alat analisis yang
sesuai, menyimpulkan hasil sampai pada pekerjaan membuat laporan hasil
penelitian tersebut.
3.
Tahap
evaluasi
Ada
tiga macam evaluasi. Pertama, mengevaluasi usulan proyek yang akan didirikan ,
kedua, mengevaluasi proyek yang sedang dibangun, dan ketiga, mengevaluasi
bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin.
4.
Tahap
Pengurutan Usulan yang Layak
Jika
terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak dan terdapat
keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua rencana bisnis
tersebut, misalnya, keterbatasan dana, maka perlu dilakukan pemilihan rencana
bisnis yang dianggap paling penting direalisasikan.
5.
Tahap
Rencana Pelaksanaan
Setelah
rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencana kerja
pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari menentukan jenis pekerjaan, waktu
yang dibutuhkan untuk tiap jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga
pelaksana, ketersediaan dana dan sumber daya lain, kesiapan manajemen, dan
lain-lain.
6.
Tahap
pelaksanaan
Setelah
semua persiapan yang harus dikerjakan selesei disiapkan, tahap berikutnya
adalah merealisasikan pembangunan proyek tersebut. Kegiatan ini membutuhkan
manajemen proyek. Jika proyek selesei dikerjakan, tahap berikutnya adalah
melaksanakan bisnis ini secara rutin. Dalam operasional ini, perlu
kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis, yaitu dari fungsional keuangan,
pemasaran, produksi/operasi, SDM dan manajemennya agar selalu bekerja secara
efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar