Senin, 30 November 2015

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian (Softkill)


Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian

Alternative membeli atau tidak membeli produk (merk) tertentu dipengaruhi oleh Konsumen yang  memproses informasi dari beberapa informasi dan membuat pertimbangan untuk memuaskan kebutuhan,  mencari manfaat produk dan memandang produk sebagai suatu rangkaian atribut, atribut yang menonjol dianggap penting. Yang meliputi : manfaat, kepentingan image dan fungsi yang diharapkan.
Pertimbngan tersebut sering kali dipertimbangkan antara manfaat yang akan diperoleh dengan biaya yang akan dikeluarkan untuk memperoleh atau setelah membeli produk tersebut. Mempertimbangan untuk membeli mobil ke-2 adalah piihan antara keleluasaan pemakainan dan tambahan investasi maupun biaya perawatan.
Hasil keputusan evaluasi alternative adalah penentuan keputusan membeli (apa, berapa, kapan, dimana, dst.) atau keputusan tidak membeli sesuatu. Pengalaman setelah pembelian akan merupakan masukan yang akan memperkuat (memperlemah) perilaku pembelian kemudian.
Pemasaran perlu menjelaskan manfaat produk dan menentukan atribut yang menonjol untuk mempengaruhi Evaluasi Alternatif sebelum keputusan pembelian konsumen membentuk satu maksud pembelian, ada 2 faktor :
1. Sikap/ pendirian orang lain
2. Situasi yang tidak diantisipasi
                                                                   
Menentukan alternative pilihan

Alternative pilihan dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli mobil, seorang konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria, keselamatan, kenyamanan, harga, merek, Negara asal, dan juga spek hedonic seperti gengsi, kebahagiaann, kesenangan dan lain sebgainya. Beberapa alternative pilihan yang umum adalah:
1. Harga
Harga menentukan pilihan alternative. Konsumen cenderung memilih harga yang murah untuk. membeli suatu produk yang ia tau spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak biasa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
2.Nama merek
Merek terbukti menjaddi determinan penting dalam barang. Nampaknya merek merupakan pengganti dari mutu dan spesifikasi produk. Konsumen mungkin sudah tidak meragukan lagi kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam  pembelian.
3.Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. Negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meragukan lagi kualitas produk elektonik dari jepang. Sementara, untuk jam tangan nampaknya buatan swiss merupakan produk yang handal.

Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarrnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai bebrapa komponen :
1.      Keputusan tentang jenis produk.
2.      Keputusan tentang bentuk produk.
3.      Keputusan tentang merek.
4.      Keputusan tntang penjualnya.
5.      Keputusan tentanng jumlah produk.
6.      Keputusan tentang waktu pembelian.
7.      Keputusan tentang cara pembayaran.

Setelah konsumen mendapatkan berbagai macam informasi, konsumen akan menentukan alternative yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Setelah kriteria yang akan menjadi alternative pilihan ditentukan barulah konsumen menentukan alternative pilihan ditentukan barulah konsumen menentukan alternative produk yang menjadi pilihan. 




Sabtu, 07 November 2015

Proses pengambilan keputusan dalam pembelian- softkill

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN

Proses pengambilan keputusan (untuk membeli atau tidak membeli) oleh decider meliputi kegiatan: (1) perumusan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) pengembangan dan penilaian alternatif, (4) penentuan alternatif terbaik atau pengambilan keputusan, dan (5) kegiatan setelah keputusan diambil.

  1. Masalah : Adanya kesenjangan antar keadaan sekarang (kondisi nyata) dengan keadaan yang diharapkan (kondisi ideal). Kesenjangan ini dikuatkan oleh stimuli (internal dan eksternal). Masalah yang umumnya dihadapi oleh calon pembeli adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi. Ketiadaan makanan meruoakan persoalan bagi seseorang yang lapar, misalnya. Makanan yang berkolesterol tinggi merupakan permasalahan bagi orang yang sangan memperhatikan kesehatan.
  2. Informasi : Informasi diperlukan untuk pendukung dasar pengambilan keputusannnya. Sumber informasi meliputi: personal (berita tentang dibukanya restoran baru dari tetangga atau teman kantor), komersial (iklan dimajalah), publik (berita dari televisi atau radio), dan pengalaman (merasakan kelezatan makanan di restoran baru).
  3. Evaluasi alternatif : Alternatif membeli atau tidak membeli produk (merk) tertentu, dipengaruhi oleh pertimbangan atribut produk. Yaitu meliputi: manfaat, kepentingan, image, dan fungsi yang diharapkan. Pertimbangan tersebut seringkali diperbandingkan antara manfaat yang akan diperoleh dengan biaya yang akan dikeluarkan untuk memperoleh atau setelah membeli produk tersebut. Mempertimbangkan untuk membeli mobil kedua adalah pilihan antara keleluasaan pemakaian dan tambahan investasi maupun biaya perawatan.
  4. Keputusan : Hasil evaluasi alternatif adalah oenentuan keputusan membeli meliputi 5W+1H (apa, berapa, kapan, dimana,bagaimana,dst.) atau keputusan tidak membeli sesuatu.
  5. Perilaku tindak-lanjut setelah pembelian : Pengalaman setelah pembelian akan merupakan masukan yang akan memperkuat(memperlemah perilaku pembelian kemudian hari.

                
PERILAKU PEMBELIAN

Perilaku pembelian konsumen dpat dibedakan dalam beberapa kategori menurut dasar: (1) usaha pemecahan masalah yang dhadapi calon pembeli serta (2) keterlibatan pembeli dan perbedaan merk produk yang hendak dipilih untuk dibeli.

Perilaku pembelian berdasarkan usaha pemecahan  masalah:
Prooses pembelian seseorang yang konsisten pada periode tertentu membentuk perilakunya. Pembentukan perilaku pembelian sebenarnya merupakan usaha-usahaa seseorang mengatasi masalah yang dihadapinya.
Berdasarkan usaha pemecahan masalah tersebut, perilaku pembelian dapat dibedakan menjadi: (1) Perilaku respon rutin (Routinezed Response Behavior), (2) Perilaku pemecahan masalah yang terbatas (Limited Problem Solving), (3) Perilaku pemecahan masalah yang ekstensif (Extensive Problem Solving).

1.  Perilaku respon rutin (Routinezed Response Behavior).
Adala perilaku pembelian rutin untuk persoalan yang sering dihadapi. Umumnya frekuensi kebutuhan produk tinggi, misalnya kebutuhan barang-barang sehari-hari: makanan, sabu,dsb. Oleh karena sering dibeli, maka keterlibatan konsumen terhadap produk tidak tinggi (tidak terlalu memerlukan usaha pemikiran yang besar untuk membanding-bandingkan dengan merk produk lain). Ini dimungkinkan karena pada pemikiran konsumen sudah mempunyai gambaran yang jelas akan kelas dan konsep produknya.
2. Perilaku pemecahan masalah yang terbatas (Limited Problem Solving).
Adalah perilaku pembelian yang memerlukan usaha pemecahan persoalan yang terbatas karena frekuensi pemebeliannya tidak begitu tinggi, maka perlu pemikiran yang agak tinggi. Sehingga diperlukan keterlibatan terhadap barang yang akan dibeli. 
3. Perilaku pemecahan masalah yang ekstensif (Extensive Problem Solving).
Adalah perilaku pemebelian untuk mengatasi persoalan yang sangat tidak rutin. Karena frekuensi pemebelian yang dilakukan sangat jarang, maka diperlukan usaha-usaha pertimbangan pembelian barang atau pemilihan merk yang tinggi. Diperlukan keterlibatan terhadap barang tinggi karena ketidak kuasai akan konsep kelas produk maupun konsep produk.


Perilaku pembelian berdasarkan keterlibatan pembeli dan perbedaan merk:

Perilaku pembelian konsumen berdasarkan keterlibatan konsumen terhadap produk yang akan dibeli dan perbedaan merk yang akan dipilih dan merek lain dapat dibedakan dalam 4 kelompok perilaku pembelian: (1) Perilaku pembelian yang kompleks, (2) Perilaku pembelian pencarian variasi, (3) Perilaku pembelian menekan ketidaksesuaian, dan (4) perilaku pembelian kebiasaan.

1.    Perilaku pembelian yang kompleks.
Perilaku pembelian akan menjadi persoalan yang kompleks apabila menuntut keterlibatan pembeli terhadap produk yang akan dipilih adalah tinggi. Misalnya diperlukan pertimbangan untuk membeli sebuah mobil baru untuk pertama kalinya. Disamping itu juga karena apabila perbedaan tawaran produk yang akan dipilih dengan alternatif produk lain adalah cukup besar.
2.    Perilaku pembelian pencarian variasi.
Meskipun perbedaan produk yang ditawarkan cukup tinggi dan pembeli tidak begitu menghiraukannya maka pilihan alternatif produk hanyalah sebgai variasi. Penggantian merk bukan karena ketidakpuasan tetapi lebih karena sekedar merasakan berbagai ragam merk saja.
3.    Perilaku pembelian menekan ketidaksesuaian.
Pembeli sangat memperhatikan produk yang dibeli, tetapi karena perbedaan antar merk tidak memenuhi maka pembeli akan mengalihkan perhaatiannya pada hal-hal lain yang dipakai sebagi penentuan pilihannya. Misalnya kemudahan dalam pembelian, kondisi tempat penjualan, dan sebagainya.
4.    Perilaku pembelian kebiasaan.
Kondisi seperti ini seringkali dijumpai. Pembeli tigak banyak menghiraukan akan merk untuk memilh barang yang sebenarnya tidak banyak berbeda dengan yang lai. Oleh karena itu dasar pembelian suatu produk tertentu bukan karena setia terhadap merk, tetapi lebih banyak karena kebiasaan terhadap merk.
  

Kamis, 08 Oktober 2015

softkill perilaku konsumen

Perilaku konsumen

Perilaku konsumen secara umum :
 adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku konsumen menurut para ahli :
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action” (p.3).
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu 
produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.
Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” (p.5).
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan,
The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
Hanna & Wozniak, 2001, Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi

Dua wujud konsumen
1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.
2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

 Perilaku pembelian konsumen sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya.
  

Ciri-ciri Perilaku Konsumen :

1. Memiliki Memori Jangka Pendek.
Jadi tidak memikir jangka panjang misalnya kegunaannya.
2. Tidak Memiliki Perencaaan.
Konsumen Indonesia menyukai segala sesuatu yang instan kalau mau membeli sesuatu hasilnya harus instan contohnya mi instan, extra joss dll.
3. Suka Berkumpul 
Kalau membeli sukanya ramai2, satu membeli yang lain membeli juga tanpa perencaan.
4. Gaptek 
Orang Indonesia itu gaptek jadi kalau anda mau menjual barang ya prosesnya yang gampang.
5. Mengutamakan Konteks, Bukan Konten
Jadi konteksnya apa dia tidak mau tau secara detailnya yang penting gampang, cepat dan instant.
6. Suka Buatan Luar Negeri 
Makanya banyak produsen yang memalsukan merk contohnya spare part motor, baju.... tapi saya tidak mengajari untuk memalsukan merk orang lain itu berbahaya.
7. Beragama dan Supranatural 
Cocok untuk berjualan seperti baju muslim, dan hal2 yang alami.
8. Pamer dan Bergengsi 

Nyambung sifat yang ke lima... untuk pamer dia suka hal2 yang bermerk
9. Kekuatan Sub Culture 
Adat2 istiadat masih kuat cocok untuk berjualan2 yang berbau culture seperti souvenir2 daerah dll.
10. Kesadaran Terhadap Lingkungan Rendah 
Jadi tidak  peduli terhadap lingkungan.


Sifat dari perilaku konsumen yaitu:
1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.

2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
• Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.
• Faktor internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.






https://galihpangestu14.wordpress.com/2010/11/04/pengertian-konsep-pemasaran-dan-perilaku-konsumen/


Senin, 22 Juni 2015

softkill pendidikan kewargenegaraan (pembegalan)

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN



Disusun Oleh :
Ahmad Mahesa                                               10213436
Deka Isyanto                                                  12213137
Masudah Lubis                                              15213343
Meilani                                                          15213411
Muhammad Aldo H                                          15213601
 Nisrina Reihan Nabila                                       16213473
 Radian Abirama Pramudya                                17213107
 Rifal Apip Setyawan                                        17213651
 Tommy Gabe                                                 15213411

KELAS :
2EA31
Dosen :
Muhammad Ali,S.H.I.,Mag


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
ATA 2014/2015










DAFTAR ISI




DAFTAR ISI ..............................................................................................................             2

BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................             3
1.1 Latar Belakang ...............................................................................................            3
1.2 Rumusan Masalah .........................................................................................            3
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................           3
1.4 Manfaat Penulisan .............................................................................................           4

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................           5
2.1 Pengertian Pembegalan ...................................................................................           5
2.2 Pelaku – pelaku pembegalan motor &Apa saja penyebab
      pembegalan motor .................................................................................          5
2.4  Cara menghindari pembegalan motor ..............................................          6

BAB III DESKRIPSI LOKASI ..................................................................................           7
3.1 Deskripsi Lokasi ...............................................................................................          7

BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1 Permasalahan ....................................................................................................           8
4.2 Solusi ......................................................................................................................          8

BAB IV PENUTUP ......................................................................................................          9
4.1 Kesimpulan ...........................................................................................................           9
4.2 Saran .......................................................................................................................          9

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................         10






BAB I
PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang

Kriminalitas atau kejahatan itu bukan merupakan peristiwa herediter (bawaan sejak lahir,warisan) juga bukan merupakan warisan biologis. Tingkah laku kriminal itu bisa dilakukan oleh siapapun juga, baik wanita maupun pria dapat berlangsung pada usia anak, dewasa ataupun lanjut umur. Tindak kejahatan bisa dilakukan secara tidak sadar, yaitu difikirkan, direncanakan dan diarahkan pada satu maksud tertentu secara sadar.

Masyarakat modern yang sangat kompleks itu menumbuhkan aspirasi materil tinggi, dan sering disertai oleh ambisi sosial yang tidak sehat. Dambaan pemenuhan kebutuhan materil yang melimpah, misalnya untuk memiliki harta kekayaan dan barang mewah, tanpa mempunyai kemampuan untuk mencapainya dengan jalan wajar, mendorong individu untuk melakukan tindak kriminal.

Dengan kata lain bisa dinyatakan: jika terdapat diskrepansi (ketidaksesuaian, pertentangan) antara ambisi dengan kemampuan pribadi, maka peristiwa sedemikian ini mendorong orang untuk melakukan tindak kriminal. Atau, jika terdapat diskrepansi antara aspirasi dengan potensi  personal, maka akan terjadi “maladjustment” ekonomis (ketidakmampuan menyesuaikan diri secara ekonomis), yang mendorong orang untuk bertindak jahat atau melakukan tindak pidana.

Pembegalan atau kejahatan itu bukan merupakan peristiwa herediter (bawaan sejak lahir,warisan) juga bukan merupakan warisan biologis. Tingkah laku pembegalan itu bisa dilakukan oleh siapapun juga. Dan peristiwa pembegalan juga bisa dialami oleh siapa saja dan dimana saja, mau itu di pinggir jalan atau pun di daerah sekitar rumah. Tindakan pembegalan bisa dilakukan secara bersamaan, dalam arti dilakukan oleh sekelompok orang. Namun juga bisa dilakukan oleh beberapa orang saja.


1.2Rumusan Masalah

Adapun rumusan msalah dari penelitian tersebut adalah:

1.      Apa pengertian dari pembegalan motor?
2.      Apa faktor penyebab terjadinya pembegalan motor?
3.      Siapa saja pelaku – pelaku pembegalan motor !
4.      Apa akibat dari pembegalan motor itu sendiri ?
5.      Bagaimana cara menghindari pembegalan motor !


1.3 Tujuan Penulisan
           
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.      Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pembegalan motor yang sedang marak saat ini.
2.      Untuk mengetahui lebih jelas akibat pembegalan motor tersebut.
3.      Dan untuk mengetahui bagaimana cara menghindari dari pelaku pembegalan motor tersebut.



1.4 Manfaat Penulisan

Ada beberapa manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

·         Agar dapat mengetahui apa itu pembegalan.
·         Agar dapat mengetahui penyebab terjadinya pembegalan motor.
·         Agar dapat mengetahui akibat adanya pembegalan motor.
·         Agar dapat mengetahui pelaku – pelaku pembegalan motor.
·         Agar dapat  mengetahui cara menghindari pembegalan motor.





BAB II
PEMBAHASAN




2.1 Pengertian Pembegalan

Maraknya kasus begal yang terjadi pada akhir-akhir ini memang cukup meresahkan apalagi kita yang biasa berpergian menggunakan sepeda motor sendiri.
Pasalnya, selama ini istilah begal identik dengan kesadisan dan kekejaman para pelaku tindak kejahatan terhadap korban-korbannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata begal adalah begal (penyamun), membegal (merampas di jalan) jadi pembegalan adalah sebuah aksi merampas di tengah jalan dengan menghentikan pengendaranya. Biasanya, pembegalan terjadi di jalan yang jauh dari keramaian.

Seringkali pelaku kejahatan pembegalan menggunakan kekerasan kepada korbannya misalnya pelaku mensambit kepala korban atau tangan korban. Setelah korban tidak sadarkan diri atau meninggal baru lah pelaku merampas harta korban.

2.2 Pelaku – pelaku pembegalan motor &Apa saja penyebab pembegalan motor

Pelaku – pelaku pembegalan motor rata – rata usianya masih muda, bahkan pelaku pembegalan motor ada yang masih bersekolah. Kasus pembegalan motor menjadi hal yang sangat menakutkan. Kejahatan ini bahkan sudah menyebar hampir diseluruh wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ironisnya, pelaku tidak  hanya  pria dewasa. Di banyak tempat, kelompok pembegal selalu melibatkan anak yang lulus SMP pun belum. Kriminolog Ferdinand T. Andilolo mengatakan, ada empat faktor pemicu mengapa kejahatan ini marak.

Pertama : Motivasi. "Motivasi jadi factor utama. Tapi, ada tiga faktor lain," kata Ferdinand

Faktor kedua adalah lemahnya keamanan di tempat-tempat rawan kejahatan."Penjagaan yang kurang oleh aparat di tempat-tempat rawan dapat dimanfaatkan pelaku dan menjadi faktor pembegalan," tambah Ferdinand.
           
Dua faktor di atas kemudian melahirkan faktor ketiga: situasi dan kondisi. Menurut Ferdinand, jika situasi memungkinkan pelaku tidak akan ragu beraksi.

Faktor terakhir, kata dia, korban kurang waspada."Korban sebetulnya juga ikut berperan dalam maraknya pembegalan. Pelaku tak bisa disalahkan 100 persen dalam hal ini," ujar dia.
Menurut Ferdinand, banyak pengendara motor gemar memodifikasi kendaraan mereka. Padahal, motor yang unik dan lain bisa memancing naluri jahat pembegal. Apalagi, kalau korban biasa pulang malam hari.

2.3Akibat dari pembegalan motor.

Akibat yang timbul dari pembegalan motor adalah sebagai berikut:
·         Mengakibatkan kerugian materi.
·         Mengakibatkan luka fisik, baik luka berat maupun ringan.
·         Terjadinya trauma mendalam pada para korban.
·         Menjadi takut untuk berpergian atau pulang larut malam jika sendirian.
·         Kehilangan harta bahkan dapat merenggut nyawa seseorang.
2.4 Cara menghindari pembegalan motor

Cara – cara menghindari aksi pembegalan motor yakni :

1.      Hindari Area Rawan

Cara yang paling utama untuk menghindari aksi begal motor adalah dengan menghindari tempat-tempat yang rawan terhadap aksi pembegalan. Misalnya jalan yang sepi, atau jalan dengan penerangan yang redup.
Tempat-tempat tersebut biasanya jadi lahan basah bagi para pelaku pembegalan. Tentu area yang sepi dan gelap jarang dilewati warga, dan si pelaku bisa dengan mudah menjalankan aksinya tanpa takut dihakimi masa. Selain itu, cobalah hindari berkendara di malam hari. Di jam-jam tengah malam hingga dini hari, kebanyakan orang pasti sedang terlelap, jalanan pun sepi. Nah, situasi seperti inilah yang akan dimanfaatkan oleh para pelaku.

2.      Hindari berkendara sendiri

Jika anda terpaksa berkendara di malam hari, usahakan jangan pernah lakukan itu sendiri. Cobalah beriringan dengan pengendara lainnya, dengan beriringan si pelaku tentu akan berfikir dua kali untuk menjalankan aksinya. Tapi tetap berhati-hati, karena pelaku pembegalan menjalankan aksinya bukan hanya seorang diri.

3.      Hindari mengenakan pakaian atau perhiasan yang berlebihan

Jika anda berpergian keluar rumah, hindarilah mengenakan perhiasan yang berlebihan dan berpakaian terbuka atau sexy. Karena hal ini dapat menjadikan anda pusat perhatian dan menjadi sasaran pembegalan. Cobalah mengenakan sesuatu yang sewajarnya saja.

4.      Waspada

Waspada juga menjadi kunci utama pada saat anda berkendara, gunakan insting anda terhadap hal apapun yang mengundang kecurigaan. Cek kondisi kendaraan anda agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membuat anda berhenti sebentar, seperti ban bocor atau kempes ditengah jalan. Jika anda melihat ada orang yang tidak dikenal membuntuti anda, segera cari pos polisi terdekat, laporkan apa yang terjadi, dan tunggu sampai situasi aman dari pihak kepolisian.

5.      Membawa Pengaman

Tidak ada salahnya anda untuk mempersenjatai diri anda, jika aksi pembegalan terjadi setidaknya anda bisa membela diri dengan senjata tersebut. Singkirkan rasa takut yang menyelimuti anda, dan jika sudah berhasil memukul mundur para pembegal segera pergi menjauh dari tempat kejadian, atau lapor ke kantor polisi terdekat.

6.      Tidak Panik

Dalam kondisi terancam biasanya akan timbul kepanikkan, panik adalah hal yang malah akan menyudutkan anda. Karena pada saat panik kita tidak akan bisa berpikir dengan jernih. Tarik nafas dalam dan jangan terlalu tegang, dengan ketenangan yang anda miliki anda pasti dapat menghindari tindak pembegalan.



                                                              BAB III
DESKRIPSI LOKASI


3.1 Deskripsi Lokasi

Kami mengambil lokasi kejadian yang berada di dekat rumah yang kami teliti di Jl. Swadaya 2 Rt 003 / Rw 004, Bekasi Timur. Didaerah tersebut telah terjadi pembegalan dan beberapa orang telah menjadi korban pembegalan tersebut.

Memang di daerah tersebut keadaan ekonomi warga sekitar rumah yang kita teliti rata – rata mempunyai penghasilan yang cukup. Dengan demikian banyak warga yang mempunyai kendaraan terutama kendaraan bermotor. Karena di lingkungan tersebut banyak pemilik kendaraan bermotor sehingga menarik perhatian para pelaku pembegalan untuk melakukan kejahatan di daerah tersebut.

Di lokasi tersebut memang tidak ada pos untuk satpam berjaga, begitu juga tidak ada hansip yang  berkeliling / meronda. Saat keadaan malam hari lampunya memang kurang terang untuk menerangi jalan di daerah tersebut. Lalu keadaan daerah tersebut juga sepi dan sangat rawan.

Karena kondisi di daerah tersebut,  akibatnya marak terjadi kasus pembegalan motor. Oleh karena itu warga di daerah tersebut sangat waspada dan berhati –hati jika pulang larut malam dan berkendara seorang diri.
                                                           



                                             BAB IV
HASIL PENELITIAN




4.1 Permasalahan

Setelah kita teliti dan bertanya dengan para korban pembegalan tersebut, ternyata mereka kehilangan sepeda motornya saat mereka menuju pulang kerumah  larut malam setelah mereka pulang kerja. Korban yang mengalami pembegalan tersebut tidak mengalami luka berat hanya saja takut pulang kerja larut malam seorang diri.

Para korban bercerita tentang kejadian yang mereka alami waktu itu. Korban bercerita dia diberhentikan saat menuju pulang kerumah oleh 2 orang pemuda yang tidak ia kenal yang memakai masker dan helm. Pelaku juga membawa senjata tajam dan mengancam korban untuk memberikan sepeda motornya jika tidak korban akan dibunuh. Akhirnya karena korban tidak bisa melawan dan karena tidak ada yang membantunya, korban pun kehilangan sepeda motornya.

Keesokan hari korban menceritakan kejadian tersebut kepada Ketua RT. Lalu Ketua RT pun segera mengumpulkan warga dan menceritakan kejadian yang telah dialami oleh salah satu warganya. Setelah mereka berkumpul dan berbincang mereka menyelidiki tentang kasus tersebut dan ternyata pelaku pembegalan itu masih warga daerah tersebut. Tapi hingga saat ini Ketua RT dan warga belum memiliki bukti yang kuat untuk melaporkan orang yang mereka curigai.


4.2 Solusi

Akibat kejadian tersebut RT setempat melaporkan kejadian yang dialami oleh warganya kepada pihak yang berwajib. Kemudian untuk menghindari kejadian tersebut Pak RT meminta warganya untuk ronda atau patroli malam. Selain itu Pak RT pun menghimbau warganya agar lebih berhati – hati saat pulang larut malam. Dan minta untuk para hansip / satpam untuk lebih berhati – hati dan lebih sigap untuk menjaga lingkungan.





BAB V
PENUTUP



4.1  Kesimpulan

Pembegalan adalah  proses, cara, perbuatan perampasan di jalan. Pelaku – pelaku pembegalan motor rata – rata usianya masih muda, bahkan pelaku pembegalan motor ada yang masih bersekolah.

Akibat dari pembegalan motor :
·         Mengakibatkan kerugian materi.
·         Mengakibatkan luka fisik, baik luka berat maupun ringan.
·         Terjadinya trauma mendalam pada para korban.
·         Menjadi takut untuk berpergian atau pulang larut malam jika sendirian.
·         Kehilangan harta bahkan dapat merenggut nyawa seseorang.


Cara menghindari aksi pembegalan motor yakni :
·         Hindari Area Rawan.
·         Hindari berkendara sendiri.
·         Waspada.
·         Membawa Pengaman.
·         Tidak Panik.

4.2  Saran

Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah agar selalu waspada dan berhati – hati terhadap lingkungan di sekitar anda. Jangan mudah percaya terhadap orang baru dikenal. Karena di zaman yang serba modern ini banyak orang yang merasa kekurangan terhadap kebutuhan materil sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebutuhan tersebut.

Apalagi pada saat ini pabrik motor sedang gencar-gencarnya berinovasi terhadap produknya yang membuat kuota kendaraan terus bertambah. Persaingan terus berlanjut, produk demi produk mereka kembangkan agar mengikat minat dari banyak konsumen.

Oleh karena itu kita mesti sadar betul akan keselamatan diri kita dan orang lain, berhati-hatilah dalam berkendara saling mengingatkan dan keep safety riding. Agar kita dapat meminimalisir tindak kriminal di negeri indonesia kita ini. 



DAFTAR PUSTAKA